Selasa, 04 Juni 2013

Tugas Manusia dan Kebudayaan

Manusia dan Kebudayaan



Manusia dapat diartikan dalam berbagai segi ilmu pengetahuan bahkan dalam segi terkecil sekalipun misal, filsafat. Manusia dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang sangat dekat yang saling terkait satu sama lain.
Manusia Secara bahasa, manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berfikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Sedangkan secara umum pengertian kebudayaan merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Ada 2 pandangan yang dijadikan acuan tentang unsure yang membangun manusia:
1.        Manusia terdiri dari 4 unsur yang saling terkait, yaitu:
-            Jasad
-            Hayat
-            Ruh
-            Nafas
2.        Manusia sebagai satu kepribadian mengandung 3 unsur:
-            Id
-            Ego
-            seperego

Hakekat Manusia
1.        Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh
2.        Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna
3.        Makhluk biokultural
4.        Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.

Pengertian Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Manusia dan kebudayaan pada hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat, dan hampir semua tindakan dari seorang manusia itu adalah merupakan kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai:
1.        Penganut kebudayaan,
2.        Pembawa kebudayaan,
3.        Manipulator kebudayaan, dan
4.        Pencipta kebudayaan.
Disamping itu, kebudayaan manusia itu menciptakan suatu keindahan yang biasa kita sebut dengan suatu seni. Keindahan atau seni dibutuhkan oleh setiap manusia agar kehidupan yang dijalaninya menjadi lebih indah.
Manusia dan keindahan atau seni memang tidak bisa dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya menjadi bagian dari kebudayaannya yang dapat dibanggakan.
Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena perbedaan umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik, agama, pekerjaan, pandangan politik dan gender.

Unsur Kebudayaan
Kebudayaan setiap Negara terdiri dari unsur – unsur besar maupun kecil yang merupakann bagian dari kesatuan. C.Kluchhohn dalam karyanya yang berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan bahwa ada 7 unsur kebudayaan universal yaitu:
-            System religi
-            System organisasi masyarakat
-            System pengetahuan
-            System mata pencaharian hidup
-            System teknologi dan peralatan
-            Bahasa
-            Kesenian

Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan memiliki 3 wujud:
-            Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia
-            Kompleks aktivitas
-            Wujud sebagai benda

Orientasi Nilai Budaya
Menurut C. Kluckhohn, sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut 5 masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
1.    Hakekat hidup manusia
2.    Hakekat kerja manusia
3.    Hakekat waktu manusia
4.    Hakekat alam manusia
5.    Hakekat hubungan manusia

Perubahan Kebudayaan
Perubahan yang terjadi dalam sistem ide yang dimiliki bersama oleh para warga masyarakat atau sejumlah warga masyarakat yang bersangkutan, contoh : aturan-aturan, selera, teknologi, bahasa dan lain-lain

Kaitan Manusia dan Kebudayaan
Manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri. Apa yang tercakup dalam 1 kebudayaan tidak akan jauh menyimpang dari kemauan manusia yang membuatnya.





Sumber :
Nugroho, W. 1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Universitas Gunadarma.
http://tugasvirtualclass.wordpress.com, online diakses 18 Mei 2013
http://noviananuryan.wordpress.com, online diakses 19 Mei 2013









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ikuti @baddyisme