Jumat, 25 April 2014

Tulisan TOU 2 (Minggu 2)

Mengenal Kepribadian Pria Dari Warna Pakaian

Mengetahui karakter seseorang barangkali menjadi suatu hal yang cukup menyenangkan. Tidak hanya digunakan untuk menjalin persahabatan, namun bisa dijadikan sebagai salah satu kunci dalam menjalin sebuah hubungan agar jauh lebih baik lagi. Seperti halnya sifat manusia, masing-masing warna juga memiliki karakteristik tersendiri. Maka tidak mengherankan jika pemilihan warna pakaian sering kali dikaitkan dengan kepribadian pemakainya. Berikut kami bagikan tips mengenali kepribadian seseorang berdasarkan warna favoritnya
Pria manapun pastinya ingin mengenakan pakaian yang sesuai dengan kepribadian mereka. Dalam dunia fashion seperti sekarang ini, ternyata warna berperan penting dalam mewakili keunikan seseorang. Meski pria umumnya cenderung bersikap cuek, tapi nggak ada salahnya kita tahu warna apa saja yang cocok buat kita supaya bisa tampil berkesan di hadapan si doi.
Merah : Pria yang menyukai warna merah identik dengan sifat berani, memiliki dominasi dan menyukai tantangan. Ia juga memiliki bakat memimpin, tegas serta suka berada di keramaian dan jadi pusat perhatian.
Peach/Pink : Warna pink identik dengan sifat lembut, penyayang dan tenang. Mereka yang menyukai warna pink juga mengeluarkan aura sehat. Salah satu item berwarna pink yang cocok dipakai pria adalah kemeja untuk menghadiri pesta di malam hari.
Hitam : Hitam tak salah lagi adalah warna yang paling populer dalam dunia fashion. Pria yang mengenakan pakaian hitam berkesan elegan, memimpin dan berkuasa. Ketika dikenakan dengan benar, pakaian berwarna hitam juga terlihat rapi dan bersahaja. Hampir semua item fashion terlihat bagus dengan warna hitam. Jadi jangan ragu-ragu untuk memakai pakaian berwarna hitam.
Putih : Pakaian berwarna putih menghadirkan kesan baik dan penampilan yang bersih. Tentu saja warna putih yang kamu pilih harus benar-benar bersih dan tak bernoda. Pakaian putih juga menunjukkan status sosial yang lebih tinggi dan terlihat sangat rapi.
Biru : Pria yang mengenakan warna biru menunjukkan bahwa ia adalah pribadi yang hangat dan dapat dipercaya. Warna biru juga membuatmu terlihat lebih serius dan cerdas. Layaknya warna hitam, hampir semua pakaian berwarna biru bisa terlihat cocok dengan aksesoris apapun.
Kuning : Pakaian dengan warna kuning berkesan merangsang secara visual. Warna ini juga mengindikasikan kewaspadaan dan optimisme.
Burgundy/Merah Anggur : Pakaian dan aksesoris berwarna burgundy menampakkan semangat dan spiritualitas yang tinggi. Warna ini juga mengesankan status yang lebih tinggi dan terlihat mewah.
Hijau : Seseorang yang mengenakan pakaian berwarna hijau mengesankan pola pikir yang dewasa, cenderung tenang dalam bersikap dan penyayang. Selain itu, warna hijau juga menunjukkan kemakmuran.
Cokelat : Pakaian cokelat biasanya berkesan santai. Tapi orang yang mengenakan pakaian cokelat juga dianggap sosok yang hangat dan dapat dipercaya. Sebagian besar pakaian dan aksesoris berwarna cokelat malah bisa terlihat sangat berkelas.
Abu-abu : Pakaian dan aksesoris berwarna abu-abu membuat kamu terlihat efisien, cerdas dan memancarkan kesan berkelas. Abu-abu adalah warna netral yang mudah dipadukan dengan warna lain.
Menurut saya pribadi sebenarnya langkah yang baik jika kita dapat mencoba semua warna untuk pakaian yang dipakai sehari-hari agar lebih hidup dan tidak membosankan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita.


Sumber :
http://www.clear.co.id/, online diakses 21 April 2014

http://fitinline.com/, online diakses 21 April 2014

Tugas TOU 2 (Minggu 2)

Kuliah atau Bekerja ???



Dalam menjalani hidup seringkali kita menemukan beberapa pilihan, seperti sebuah pepatah yang sering kita dengar hidup adalah pilihan. Namun di dalam pilihan yang kita hadapi kita harus membuat sebuah keputusan untuk mendapatkan sesuatu yang pasti, karena dalam menjalani kehidupan ini kita tidak mungkin menjalani kedua pilihan yang berbeda. Hal inilah yang membuat manusia menjadi bingung dalam membuat sebuah pilihan dalam hidupnya. Satu hal terpenting bahwa pilihan yang kita pilih itu mempunyai dampak tersendiri dalam menjalani pilihan. Karena setiap pilihan pastilah ada keuntungan dan kerugiannya tersendiri.
Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya disaat saya dihadapkan oleh berbagai pilihan dalam kehidupan ini, beberapa pilihan hidup yang saya alami dalam kehidupan ini. Tetapi melalui cerita ini saya akan menceritakan sebuah pilihan besar yang selalu saya ingat dalam kehidupan saya.
Berawal dari lulus dari sebuah sekolah kejuruan, pada akhir masa-masa sekolah banyak sekali pengumuman mengenai jalur undangan dan beberapa tes masuk perguruan tinggi. Berhubung saya adalah seorang lulusan sekolah kejuruan maka saya mempunyai keinginan untuk bekerja. Saya bersama teman-teman saya sepulang sekolah selalu menyempatkan waktu untuk pergi ke beberapa tempat kawasan industri. Meskipun panas bukan menjadi alasan dan hambatan. Beberapa lamaran pekerjaan yang kami masing-masing siapkan kami bawa dan kami titipkan ke beberapa perusahaan atau pabrik yang ada.
Hari pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Tidak terasa sudah 2 minggu berlalu, di sekolah saya mendapatkan informasi penerimaan karyawan. Ya, saya berpikir mungkin kali ini saya berhasil. Tes demit tes saya lalui, tiba saat pengumuman ternyata nama saya tidak terdaftar didalam pengumuman tersebut. Akan tetapi saya tetap optimis bahwa suatu saat saya berhasil. Selang beberapa hari setelah penerimaan karyawan tersebut, teman saya mengajak saya untuk menaruh lamaran di salah satu lembaga pendidikan suatu perusahaan. Saya pun tetap semangat untuk mengikuti tes kembali.
Tiba saat hari tes. Pagi-pagi benar saya bangun dan berdoa untuk memohon keberuntungan. Pada hari itu saya mengikuti ujian tertulis. Puji Tuhan, beberapa hari pengumuman keluar saya dinyatakan lulus ujian tertulis, selanjutnya saya akan memasuki tes fisik. Tes yang cukup berat bagi saya, kami semua diuji dengan lari sebanyak 6 kali memutari lapangan sepak bola, push up, sit up, dan beberapa tes lainnya. Lelah memang benar-benar lelah, namun saya berhasil dalam tes fisik ini, akan tetapi saya gagal disaat cek kesehatan, dengan alasan karena ukuran tinggi saya yang kurang. Ya, mungkin memang belum jalannya.
Beberapa hari setelahnya saya mengikuti acara keluarga, dan bertemu dengan beberapa keluarga saya. Banyak yang bertanya “kamu lanjut kuliah dimana?”. Dalam hati saya berkata “ ingin sekali saya kuliah, namun saya bukan dari keluarga yang berada”. Sayapun menjawab “ masih mencari-cari kerja saja.” Salah satu om saya memberi saran untuk mengikuti tes masuk di salah satu Politeknik Negeri. Dengan alasan agar nantinya saya akan mendapatkan sebuah pekerjaan yang lebih baik.
Esok harinya, saya mencari info mengenai Politeknik Negeri tersebut. Setelah mendapatkan informasi mengenai Politeknik tersebut. Tiba saatnya tes masuk, banyak sekali calon mahasiwa yang akan mengikuti tes. Saat tes pus dimulai saya menerima beberapa jenis soal yang cukup banyak menurut saya. Ya, tidak mudah bagi saya megerjakan soal sebanyak itu. Namun, saya tetap optimis bahwa saya akan berhasil kali ini. Hasil pengumuman tes pun diumumkan beberapa hari setelahnya. Saying, kali ini saya belum berhasil lagi.
Saat itulah, saya merasa putus asa dan bingung, harus melanjutkan kuliah atau kerja. Sudah banyak sekali tes yang saya ikuti. Namun, hasilnya belum berhasil dan belum berhasil. Hal yang membuat saya berambisius untuk bekerja karena saya ingin sekali mendapatkan penghasilan pribadi dan bisa membantu meringankan beban orang tua, namun disatu sisi orang tua saya berkata “kamu kuliah saja, tidak perlu memikirkan biaya. Masalah biaya mama dan papa bisa usahakan untuk mendapatkannya.” Seketika saya merasa sedih karena di dalam kekurangan orang tua saya secara materi, orang tua saya tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk saya. Setelah saya piker matang-matang saya pun memilih untuk melanjutkan kuliah, dengan dorongan orang tua dan saudara-saudara saya.
Saya juga merasa senang, karena banyak sekali keluarga yang peduli dengan kehidupan keluarga saya. Tidak disangka, karena salah satu keluarga saya sangat baik sekali. Ia mau, membantu membayarkan separuh uang kuliah saya. Saya yakin bahwa, semua yang telah saya jalani ini memang sudah diatur oleh Tuhan, karena Tuhan memang selalu memberikan yang terbaik.
Melalui cerita ini saya ingin memberikan kesimpulan, bahwa segala pilihan yang ada didalam kehidupan kita ini pastilah ada dampaknya. Baik secara negatif ataupun positif, dalam ini salah satu dampak positif yang dapat saya ambil adalah “dalam mencapai suatu yang tepat dalam hidup kita, kita harus mencoba dan terus berusaha agar tidak salah memilih.”
Inilah cerita singkat saya, pesan dari saya tetap optimis jalani hidup ini dan pantang menyerah menghadapi segala masalah yang ada dalam kehidupan ini.



Jumat, 28 Maret 2014

Tulisan TOU 2 (minggu 1)

Persahabatan



Setiap manusia dikatakan makhluk sosial. Kita semua dapat merasakan hal tersebut, karena setiap manusia yang satu akan membutuhkan manusia lainnya. Mustahil seseorang dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain di sekitarnya. Sekalipun orang tersebut berpikiran mampu mengerjakan atau melakukan sesuatu sendiri tapi disaat orang tersebut merasa gagal, otomatis orang tersebut akan mencari atau mengingat seseorang  untuk membantunya.
Oleh karena itu setiap manusia pastilah mempunyai teman, dimana teman adalah seseorang yang bisa menemani kita. Contoh kecil ketika kita akan melakukan permainan berbentuk tim seperti sepak bola pastilah kita membutuhkan teman untuk membantu kita menyerang lawan dalam permainan tersebut. 
Sahabat!. Berbeda dengan teman, sahabat adalah seseorang yang lebih mengerti dan dapat kita lebih percaya. Sahabat dapat menjadi seseorang yang kedekatannya dapat kita rasakan seperti keluarga kita sendiri, karena susah senang, canda tangis mereka selalu ada untuk kita di dalam berbagi cerita.
Dapat dikatakan sahabat menjadi orang penting yang ada di dalam kehidupan setelah keluarga. Kita biasa melakukan kegiatan atau aktivitas bersama, hal itu kita lakukan karena diri kita dan sahabat kita mempunyai kecocokan yang membuat kita dapat bersama-sama melakukan sesuatu. Sahabat adalah seseorang yang dapat mengerti keadaan kita karena sahabat banyak melakukan hal bersama-sama dengan kita.

Sekian tulisan saya mengenai persahabatan, jagalah persahabatan kita dengan mengerti dan mengenal lebih dalam lagi sahabat kita. Karena sahabat adalah tempat kita untuk berbagi. 

Rabu, 26 Maret 2014

Tugas TOU 2 (minggu 1)

 Team Work

Apa itu team work ?
Team work bisa diartikan sebagai kerja tim atau kerjasama, team work atau kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok dengan keterampilan yang saling melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai  misi yang sudah disepakati sebelumnya untuk mencapai tujuan bersama.
Team work berasal dari bahasa asing teridiri dari dua kata team dan work. Team adalah sekumpulan orang yang terdiri atas dua,lima hingga sepuluh. work berarti kerja atau kegiatan yang di jalankan setiap individu yang telah terpenuhi syarat kesepahaman di dalam team itu sendiri.

Untuk bisa membangun team work yang baik dan tangguh maka kita membutuhkan sebagai berikut :
      1.      VISI DAN MISI.
      2.      SALING PERCAYA.
      3.      KESATUAN.
      4.      SALING MENGHORMATI.
      5.      POSITIVE THINKING.
      6.      KERJASAMA.
      7.      RELA BERKORBAN.
      8.      TANTANGAN DAN RINTANGAN.

Contoh nyata dalam team work dalam kehidupan nyata ?
Dalam kegiatan sehari-hari, dimanapun dan kapanpun, pasti untuk memecahkan masalah harus ada hal-hal yang perlu dilakukan secara team work agar masalah tersebut dapat segera cepat terselesaikan. Seperti musyawarah untuk mengambil keputusan terbaik dari suatu masalah yang sedang dihadapi secara bersama-sama.
Beberapa contoh bidang yang dapat menjadi gambaran bagi kita mengenai teamwork:
      1.      Olahraga                                   
Sumber :
http://basketball91.com/information/basketball-teamwork-how-important-is-it/#.UzLWN6h_voo
kita dapat mengambil contoh adanya teamwork yang baik seperti di bidang olahraga basket, sepakbola, bola voli atau jenis olahraga beregu lainnya. Dapat kita lihat adanya struktur yang terorganisir antar pemain dan pelatih. Para pemain saling bekerjasama meskipun masing-masing pemain memiliki posisi dan tugas yang berbeda dan terlibat langsung dalam pertandingan, sedangkan pelatih bertugas untuk memotivasi pemain dan menyusun strategi dari luar lapangan (tidak terlibat langsung) untuk kemudian dikoordinasikan kepada setiap pemain atau kapten tim.

       2.      Music
Sumber :
http://filsafat.kompasiana.com/2012/07/30/orkestra-di-panggung-indonesia-raya-481101.html
akan lebih mudah untuk dipahami jika saya mengambil contoh sebuah orkestra dimana setiap pemainnya juga memiliki tugas yang berbeda sesuai dengan alat musik yang dikuasainya. Seluruh pemain orkestra memainkan suatu alunan music mengikuti arahan seorang dirigen sehingga tercipta sebuah simponi yang enak didengar dari gabungan berbagai macam suara alat music yang berirama.



Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa team work diperlukan untuk membentuk dan membangun kerja sama yang baik, untuk mencapai sesuatu yang diharapkan tentu tidak semudah kita membalikan telapak tangan, team work yang baik akan menciptakan hasil yang maksimal dalam suatu tim tersebut.






Sumber :

Minggu, 29 Desember 2013

Tulisan Teori Organisasi Umum

Konflik dalam Organisasi



Dalam suatu organisasi sering kali kita menemukan adanya suatu konflik, dalam tulisan kali ini saya akan membahas beberapa kasus yang biasanya akan terjadi dalam suatu organisasi, contoh kasus yang akan saya angkat disini mengenai organisasi kuliner tradisional.
Layaknya organisasi pada umumnya, organisasi pelayanan social ini di dalamnya pasti terdapat :
-                 Struktural Kepengurusan, 
-                 Program Kerja,
-                 Manajemen Keuangan.
Ketiga hal diatas dapat dikatakan sebagai pemicu adanya sebuah masalah atau konflik didalam sebuah organisasi.

·                Structural Kepengurusan. 
Dalam sebuah organisasi hal ini sangat diperlukan agar kegiatan organisasi dapat terkontrol dengan baik, sebagai seorang pemimpin yang baik haruslah mengetahui karakteristik bawahannya dan tidak menyalahgunakan kekuasaan yang dimilikinya. Karena hal tersebut dapat memicu adanya konflik, hal itu dapat berupa perbedaan pendapat, perbedaan jabatan antara yang satu dan yang lainnya.
Cara penyelesaian masalah ini dapat dilakukan dengan menjalin hubungan yang baik antara individu yang satu dengan yang lainnya. Baik didalam ruang lingkup kerja maupun diluar ruang liangkup pekerjaan.
·                Program Kerja. 
Dalam organisasi, perlu diketahui program kerja yang akan berlangsung berjangka pendek atau panjang, agar kegiatan organisasi dapat berjalan dengan baik sesuai dengan program yang telah disusun, karena konflik yang biasa terjadi adalah kerangkapan pekerjaan.
Cara penyelesaian masalah ini adalah dengan melakukan komunikasi yang baik antara individu yang satu dengan yang lainnya, agar tidak terjadi kerangkapan pekerjaan.
·                Manajemen Keuangan. 
Hal ini sangatlah sensitive di dalam ruang lingkup organisasi, konflik yang sering terjadi biasanya adalah pemakaian dana organisasi untuk kepentingan pribadi, sehingga dana yang ada tidak terinci dengan baik.
Cara penyelesaian masalah ini dapat dilakukan dengan mencari individu yang mempunyai kejujuran yang tinggi

Selain ketiga pemicu konflik yang telah saya jabarkan mungkin kita dapat menemukan berbagai konflik lainnya, oleh karena itu sebagai seorang individu yang baik kita harus dapat menentukan sikap agar segala apapun yang telah kita lakukan akan berhasil tanpa adanya permasalahan, karena segala apapun itu berasal dari dalam diri kita sendri. Sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat.



Kamis, 26 Desember 2013

Tugas Teori Organisasi Umum

Konflik Organisasi





A.           Pengertian
Konflik organisasi berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Sumber : www.google.com
Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.
Ada beberapa pengertian konflik menurut beberapa ahli :
-                Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977), konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.
-                 Menurut Gibson, et al (1997: 437), hubungan selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain.
-                 Menurut Robbin (1996), keberadaan konflik dalam organisasi dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan.
-                 Dipandang sebagai perilaku, konflik merupakan bentuk minteraktif yang terjadi pada tingkatan individual, interpersonal, kelompok atau pada tingkatan organisasi (Muchlas, 1999). Konflik ini terutama pada tingkatan individual yang sangat dekat hubungannya dengan stres.
-                 Menurut Minnery (1985), Konflik organisasi merupakan interaksi antara dua atau lebih pihak yang satu sama lain berhubungan dan saling tergantung, namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan


B.            Jenis dan Sumber Konflik
Perbedaan individu yang didasari oleh perbedaan pendirian dan perbedaan perasaan. Setiap manusia memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda, sehingga dalam menilai sesuatu tentu memiliki penilaian yang berbeda-beda. Misalnya masyarakat menilai kebijakan pemerintah mengenai menaikkan harga BBM karena harga bahan mentah naik. Tentu setiap masyarakat akan menilai dengan pemikirannya masing-masing yang mungkin secara umum terbagi menjadi kelompok yang pro dan kontra.
Perbedaan individu yang didasari oleh perbedaan pendirian dan perbedaan perasaan. Setiap manusia memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda, sehingga dalam menilai sesuatu tentu memiliki penilaian yang berbeda-beda. Misalnya masyarakat menilai kebijakan pemerintah mengenai menaikkan harga BBM karena harga bahan mentah naik. Tentu setiap masyarakat akan menilai dengan pemikirannya masing-masing yang mungkin secara umum terbagi menjadi kelompok yang pro dan kontra.
Akibat dari konflik terbagi menjadi 2, yaitu :

     a.              konflik yang berakibat baik seperti :
  • Membuat suatu organisasi hidup, bila pihak-pihak yang berkonflik memiliki kesepakatan untuk mencari jalan keluarnya.
  • Berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan merupakan salah satu akibat dari konflik, yang tujuannya tentu meminimalkan konflik yang akan terjadi dikemudian hari.
  • Melakukan adaptasi, sehingga dapat terjadi perubahan dan perbaikan dalam system serta prosedur, mekanisme, program, bahkan tujuan organisasi.
  • Memunculkan keputusan-keputusan yang inovatif.
  • Memunculkan persepsi yang lebih kritis terhadap perbedaan pendapat
     b.             Konflik yang berakibat tidak baik seperti :
  • Menghambat komunikasi, karena pihak-pihak yang berkonflik cenderung tidak berkomunikasi.
  • Menghambat keeratan hubungan.
  • Mengancam hubungan pihak-pihak yang berkonflik, Karena komunikasi relative tidak ada
  • Mengganggu kerja sama.
  • Hubungan yang tidak terjalin baik, bagaimana mungkin terjadi kerjasama yang baik.
  • Mengganggu proses produksi,bahkan menurunkan produksi.
  • Kerja sama yang kurang baik, maka produktifitas pun rendah.
  • Menimbulkan ketidakpuasan terhadap pekerjaan.
  • Ketidakpuasan terhadap pekerjaan, karena produktifitas rendah
  • Mengalami tekanan, mengganggu konsentrasi, menimbulkan kecemasan, mangkir, menarik diri, frustasi dan apatisme.

     Menurut James A.F. Stoner dan Charles Wankel jenis-jenis konflik terbagi atas :
  1. Konflik intrapersonal, adalah konflik seseorang dengan dirinya sendiri. Konflik ini terjadi pada saat yang bersamaan memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus.
  2. Konflik antar individu-individu dan kelompok-kelompok, hal ini sering kali berhubungan dengan cara individu menghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas yang ditekankan pada kelompok kerja mereka . Sebagai contoh seorang individu dapat dikenai hukuman karena tidak memenuhi norma-norma yang ada.Konflik interorganisasi.
  3. Konflik antar grup dalam suatu organisasi, adalah suatu yang biasa terjadi, yang tentu menimbulkan kesulitan dalam koordinasi dan integrasi dalam kegiatan yang menyangkut tugas-tugas dan pekerjaan. Karena hal ini tak selalu bisa dihindari maka perlu adanya pengaturan agar kolaborasi tetap terjaga dan menghindari disfungsional.

C.            Strategi Penyelesaian Konflik
Pendekatan penyelesaian konflik oleh pemimpin dikategorikan dalam dua dimensi ialah kerjasama/tidak kerjasama dan tegas/tidak tegas. Dengan menggunakan kedua macam dimensi tersebut ada 5 macam pendekatan penyelesaian konflik ialah :
-                 Menghindar
menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya. Penghindaran merupakan strategi yang memungkinkan pihak-pihak yang berkonfrontasi untuk menenangkan diri. Manajer perawat yang terlibat didalam konflik dapat menepiskan isu dengan mengatakan “Biarlah kedua pihak mengambil waktu untuk memikirkan hal ini dan menentukan tanggal untuk melakukan diskusi”.
-                 Mengakomodasi
memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah, khususnya apabila isu tersebut penting bagi orang lain. Hal ini memungkinkan timbulnya kerjasama dengan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan. Perawat yang menjadi bagian dalam konflik dapat mengakomodasikan pihak lain dengan menempatkan kebutuhan pihak lain di tempat yang pertama.
-                 Kompetisi
gunakan metode ini jika anda percaya bahwa anda memiliki lebih banyak informasi dan keahlian yang lebih dibanding yang lainnya atau ketika anda tidak ingin mengkompromikan nilai-nilai anda. Metode ini mungkin bisa memicu konflik tetapi bisa jadi merupakan metode yang penting untuk alasan-alasan keamanan.
-                 Kompromi dan Negosiasi
Sumber : www.suaramerdeka.com
masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.
-                 Memecahkan Masalah atau Kolaborasi
pemecahan sama-sama menang dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama.Perlu adanya satu komitmen dari semua pihak yang terlibat untuk saling mendukung dan saling memperhatikan satu sama lainnya.


          Mengendalikan konflik berarti menjaga tingakat konflik yang kondusif bagi perkembangan organisasi sehingga dapat berfungsi untuk menjamin efektivitas dan dinamika organisasi yang optimal. Namun bila konflik telah terlalu besar dan disfungsional, maka konflik perlu diturunkan intensitasnya, antara lain dengan cara :
  • Mempertegas atau Menciptakan Tujuan Bersama, perlunya dikembangkan tujuan kolektif di antara dua atau lebih unit kerja yang dirasakan bersama dan tidak bisa dicapai suatu unit kerja saja.
  • Meminimalkan Kondisi Ketidak-tergantungan, menghindari terjadinya eksklusivisme diatara unit-unit kerja melalui kerjasama yang sinergis serta membentuk koordinator dari dua atau lebih unit kerja.
  • Memperbesar Sumber-Sumber Organisasi, seperti : menambah fasilitas kerja, tenaga serta anggaran sehingga mencukupi kebutuhan semua unit kerja.
  • Membentuk Forum Bersama untuk Mendiskusikan dan Menyelesaikan Masalah Bersama, pihak-pihak yang berselisih membahas sebab-sebab konflik dan memecahkan permasalahannya atas dasar kepentingan yang sama.
  • Membentuk sistem banding, dimana konflik diselesaikan melalui saluran banding yang akan mendengarkan dan membuat keputusan.
  • Pelembagaan Kewenangan Formal, sehingga wewenang yang dimiliki oleh atasan atas pihak-pihak yang berkonflik dapat mengambil keputusan untuk menyelesaikan perselisihan.
  • Meningkatkan Intensitas Interaksi antar Unit-Unit Kerja, dengan demikian diharapkan makin sering pihak-pihak berkomunikasi dan berinteraksi, makin besar pula kemungkinan untuk memahami kepentingan satu sama lain sehingga dapat mempermudah kerjasama.
  • Me-redesign Kriteria Evaluasi, dengan cara mengembangkan ukuran-ukuran prestasi yang dianggap adil dan acceptable dalam menilai kemampuan, promosi dan balas jasa.






Sumber :

- safety-ramboyz.blogspot.com, online diakses pada 24 Desember 2013
- aditya093.blogspot.com, online diakses pada 24 Desember 2013
- teoriorganisasiumum2012.blogspot.com, online diakses pada 25 Desember 2013
- laisanurin.blogspot.com, online diakses pada 25 Desember 2013

Tugas Teori Organisasi Umum

Perubahan dan Perkembangan Organisasi




A.           Faktor-faktor Perubahan Organisasi
faktor penyebab terjadinya perubahan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:
1.    Faktor Ekstern
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah.
Sumber : theartofayu.blogspot.com
Perkembangan dan kemajuan teknologi juga merupakan penyebab penting dilakukannya perubahan. Penggantian perlengkapan lama dengan perlengkapan baru yang lebih modern menyebabkan perubahan dalam berbagai hal, misalnya: prosedur kerja, kualitas dan kuantitas tenaga kerja, jenis bahan baku, jenis output yang dihasilkan, system penggajian yang diberlakukan yang memungkinkan jumlah bagian-bagian yang ada dikurangi atau hubungan pola kerja diubah karena adanya perlengkapan baru.
Perkembangan IPTEK terus berlanjut sehingga setiap saat ditemukan berbagai produk teknologi baru yang secara langsung atau tidak memaksa organisasi untuk melakukan perubahan. Organisasi yang tidak tanggap dan bersedia menyerap berbagai temuan teknologi tersebut akan tertinggal dan pada gilirannya tidak akan sanggup survive.
2.    Faktor Intern
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber antara lain:
-       Problem hubungan antar anggota,
-       Problem dalam proses kerja sama,
-       Problem keuangan.

Hubungan antar anggota yang kurang harmonis merupakan salah satu problem yang lazim terjadi. Dibedakan menjadi dua, yaitu: problem yang menyangkut hubungan atasan bawahan (hubungan yang bersifat vertikal), dan problem yang menyangkut hubungan sesama anggota yang kedudukannya setingkat (hubungan yang bersifat horizontal). Problem atasan bawahan yang sering timbul adalah problem yang menyangkut pengambilan keputusan dan komunikasi. Keputusan pimpinan yang berkenaan dengan system pengupahan, misalnya dianggap tidak adil atau tidak wajar oleh bawahan, atau putusan tentang pemberlakuan jam kerja yang dianggap terlalu lama, dsb. Hal ini akan menimbulkan tingkah laku anggota yang kurang menguntungkan organisasi, misalnya anggota sering terlambat. Komunikasi atasan bawahan juga sering menimbulkan problem. Keputusannya sendiri mungkin baik tetapi karena terjadi salah informasi, bawahan menolak keputusan pimpinan. Dalam hal seperti ini perubahan yang dilakukan akan menyangkut system saluran komunikasi yang digunakan.
Problem yang sering timbul berkaitan dengan hubungan sesame anggota organisasi pada umumnya menyangkut masalah komunikasi dan kepentingan masing-masing anggota.
Proses kerja sama yang berlangsung dalam organisasi juga kadang-kadang merupakan penyebab dilakukannya perubahan. Problem yang timbul dapat menyangkut masalah system kerjasamanya dan dapat pula menyangkut perlengkapan atau peralatan yang digunakan. Sistem kerja sama yang terlalu birokratis atau sebaliknya dapat menyebabkan suatu organisasi menjadi tidak efisien. System birokrasi (kaku) menyebabkan hubungan antar anggota menjadi impersonal yang mengakibatkan rendahnya semangat kerja dan pada gilirannya produktivitas menurun, demikian sebaliknya. Perubahan yang harus dilakukan akan menyangkut struktur organisasi yang digunakan.
Perlengkapan yang digunakan dalam mengolah input menjadi output juga dapat merupakan penyebab dilakukannya perubahan. Tujuan penggunaan berbagai perlengkapan dan peralatan dalam proses kerjasama ialah agar diperoleh hasil secara efisien.


B.            Proses Perubahan
Perubahan Organisasi merupakan modifikasi substantif pada beberapa bagian organisasi. Perubahan itu dapat melibatkan hampir semua aspek dari organisasi, seperti jadwal pekerjaan, dasar untuk departementalisasi, rentang manajemen, mesin-mesin, rancangan organisasi, dan sebagainya.
Alasan mendasar organisasi memerlukan perubahan adalah karena sesuatu yang relevan bagi organisasi telah berubah, atau akan berubah. Oleh sebab itu, organisasi tidak punya pilihan lain kecuali berubah juga. Perubahan ini terjadi karena adanya dorongan untuk berubah, yang berasal dari:
1.    Dorongan Eksternal
Dorongan eksternal yang mendorong organisasi untuk mengadakan perubahan berasal dari lingkungan umum organisasi. Adanya aturan baru dalam produksi dan persaingan, politik, hukum baru, keputusan pengadilan, dan sebagainya akan mempengaruhi organisasi. Disamping itu, berbagai dimensi seperti teknologi, ekonomi dan sosiokultural juga mempengaruhi organisasi untuk melakukan perubahan.
2.    Dorongan Internal
Pada dasarnya dorongan internal berasal dari dalam organisasi itu sendiri. Adanya revisi strategi organisasi oleh manajemen puncak, akan menghasilkan perubahan organisasi. Dorongan internal lainnya mungkin direfleksikan oleh dorongan eksternal. Misalnya, sikap pekerja terhadap pekerjaannya akan bergeser, seiring bergesernya nilai sosiokultural.

Secara umum ada dua jenis perubahan dalam organisasi.
1.    Perubahan Terencana
Perubahan terencana adalah perubahan yang dirancang dan diimplementasikan secara berurutan dan tepat waktu sebagai antisipasi dari peristiwa di masa mendatang.
2.    Perubahan Reaktif
Perubahan reaktif adalah suatu respon bertahap terhadap peristiwa ketika muncul.

Langkah-langkah komprehensif dalam proses perubahan
Ada tujuh langkah komprehensif yang ditempuh dalam proses perubahan organisasi. Langkah-langkah tersebut yaitu:
·      Mengenali kebutuhan akan perubahan
·      Menetapkan tujuan perubahan
·      Mendiagnosis apa yang menyebabkan perlunya dilakukan perubahan
·      Memilih teknik perubahan yang sesuai untuk mencapai tujuan
·      Merencanakan implementasi untuk perubahan
·      Mengimplementasikan perencanaan perubahan
·      Mengevaluasi perubahan dan tindak lanjut


C.            Ciri-ciri Pengembangan Organisasi
Pengembangan organisasi yang efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 
1.    Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat dan akurat tentang permasalahan yang dihadapi oleh suatu organisasi.
2.    Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi terhadap suatu organisasi. 
3.    Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
4.    Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting. 
5.    Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara organisasi sau dengan organisasi yang lainnya. 
6.    Berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh. 
7.    Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.

Apabila selama ini kita hanya mengenal pembelajaran pada tingkat individu dan kelompok, maka perkembangan manajemen telah mengenal pembelajaran organisasi (learning organization), yang secara sederhana dapat diartikan sebagai :
Sumber : bangfajars.wordpress.com
Organisasi yang secara terus menerus melakukan perubahan diri agar dapat mengelola pengetahuan lebih baik lagi, memanfaatkan tekhnologi, memberdayakan sumber daya, dan memperluas area belajarnya agar mampu bertahan di lingkungan yang selalu berubah.


D.           Metode Pengembangan Organisasi
Metode Pengembangan Perilaku
1.    PROGRAM GERADI MANAJEMEN
Program yang mengkombinasikan pelatihan kepemimpinan dan   latihan pengembangan kelompok.
2.    PEMBINAAN TIM
Suatu tehnik manajemen yg mencakupkan sejumlah metode spesifik   untuk membentuk kerja tim yang efektif, baik didalam maupun di   antara kelompok kerja.
3.    PERENCANAAN KEHIDUPAN
Suatu metode pengembangan yg mendorong dan memungkinkan   orang orang memainkan peran aktif dalam memadukan karier dan   aktivitas kehidupan mereka kearah hasil yang memuaskan
4.    PELATIHAN KEPEKAAN
Metode yang diterapkan secara luas untuk membantu orang orang   mempelajari cara peningkatan ketrampilan antar pribadi mereka.






SUMBER:

- boycharotz1st.blogspot.com, online diakses pada 24 Desember 2013
- lista.staff.gunadarma.ac.id, online diakses pada 25 Desember 2013
- permadiputra.wordpress.com, online diakses pada 26 Desember 2013
- masfiifauzii02.blogspot.com, online diakses pada 26 Desember 2013

Ikuti @baddyisme