Jumat, 05 Oktober 2012

Tugas Individu, Keluarga dan Masyarakat

Individu, Keluarga dan Masyarakat



Kita semua mengetahui bahwa manusia adalah makhluk yang hidup dalam kelompok dan mempunyai organisme yang terbatas dibanding henis makhluk lain ciptaan Tuhan. Manusia mengembangkan sistem-sistem dalam hidupnya melalui kemampuan akalnya seperti sistem mata pencarian, sistem perlengkapan hidupdan lain-lain.
Dapat kita pahami bahwa individu adalah seorang diri yang merupakan bagian sangat terkecil dalam kehidupan sosial. Dalam individu ini pula kita dapat melihat sifat serta fungsi pada diri manusia. Sifat pada individu ini lah yang dapat membedakan antara idividu yang satu dengan individu lainnya yang berada di dalam kehidupan sosial. Begitu juga dengan fungsi individu yang berada di tengah-tengah individu lainnya.
Jadi individu dapat di katakan mahluk sosial terkecil yang mengidentikan diri berdasarkan sifat yang terlahir dari dalam dirinya sendiri dan menjalankan fungsinya sendiri sebagai mahluk sosial. Individu berasal dari kata latin “individuum” artinya “yang tak berbagi”. Bukan berarti manusia suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan tang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan. Dapat disimpulkan bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memeiliki peranan khas dalam lingkungan sosialnya, melainkan mempunyai kepribadian spesifik dirinya.

Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan :
*      Pendirian Nativistik adalah pertumbuhan yang semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor sejak lahir.
*      Pendirian Empiristik dan Environmentalistik menganggap bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan.
*      Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme berpendapat bahwa antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.

Dalam tahap pertumbuhan Individu berdasarkan psikologi, terbagi menjadi 3 bagian antara lain:
·      Usia 0.0 sampai 2 tahun (Masa Vital)
Pada masa vital ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya.
·      Masa estetik dari umur 2 tahun sampai 7 tahun
Masa estetik ini dianggap sebagai masa pertumbuhan rasa keindahan
·      Masa intelektual dari 7 tahun sampai 13 tahun atau 14 tahun
Ada beberapa sifat khas pada anak-anak masa ini antara lain :
*      Adanya korelasi positif antara jasmani dan prestasi sekolah
*      Tunduk kepada peraturan
*      Kecenderungan memuji diri sendiri
*      Menganggap hal sulit tidak penting
*      Senang membandingkan dirinya dengan orang lain
*      Gemar membentuk kelompok sebaya
·      Masa sosial umur 13 atau 14 tahun sampai 20 atau 21 tahun
*      Masa Pra Remaja adalah masa yang mengikuti masa pueral yang berlangsung singkat.
*      Masa remaja adalah pertama  kalinya remaja sadar akan kespian yang tidak pernah dialaminya pada masa sebelumnya.
*      Masa Usia Mahasiswa pada masa ini banyak terdapat idealisme yang realistik yaitu yang dapat diterapkan dalam tindakan.

Fungsi keluarga dalam kehidupan manusia
Dapat diartikan bahwa Keluarga merupakan kelompok terkecil dalam kehidupan sosial. Dimana didalam keluarga terdapat suami, istri  dan anak-anak yang dinamakan keluarga inti dan tinggal berada dalam satu rumah yang terlahir secara resmi melalui hasil perkawinan. Melalui keluargalah pembentukan individu sangat penting yang berdasarkan fungsi sosialisasi dan kontrol sosial, sebelum individu itu sendiri berfungsi sebagai makhluk sosial dalam masyarakat.. Keluarga mempunyai 4 karakteristik yang memberi kejelasan tentang konsep keluarga :
·      Keluarga terdiri dari orang-orang yang bersatu karena ikatan perkawinan darah atau adopsi.
·      Para anggota keluarga biasanya hidup bersama dalam satu rumah dan membentuk suatu rumah tangga.
·      Adanya peran suami dan istri, bapak dan ibu, anak laki-laki atau perempuan.
·      Mempertahankan suatu kebudayaan bersama yang sebagian besar berasal dari kebudayaan umum tang lebih luas.
Pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh keluarga itu dapat digolongkan kedalam beberapa fungsi, yaitu :
·      Fungsi Biologis
·      Fungsi Pemeliharaan
·      Fungsi Ekonomi
·      Fungsi Keagamaan
·      Fungsi Sosial

Masyarakat Suatu Unsur dari Kehidupan Manusia
Masyarakat menurut saya,  kelompok orang/individu  yang mendiami suatu wilayah dalam kurun waktu yang lama serta memiliki tujuan yang sama dan pada akhirnya dapat membentuk suatu bangsa. Masyarakat adalah suatu istilah yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari, seperti masyarakat kota, masyarakat desa, masayarakat ilmiah dan lain-lain. Peter L Berger memberi definisi masyarakat sebagai berikut “masyarakat merupakan suatu keseluruhan kompleks hubungan manusia yang luas sifatnya”.
Kelompok manusia yang belum terorganisasikan mengalami proses yang fundamental, yaitu :
·      Adaptasi dan organisasi dari tingkah laku para anggota.
·      Timbul peranan berkelompok secara lambat laun atau lesprit de corps.
Dapat diambil kesimpulan, bahwa masyarakat harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut :
·      Harus ada pengumpulan manusia dan harus banyak.
·      Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama dalam suatu daerah tertentu.
·      Adanya aturan-aturan yang mengatur kepentingan dan tujuan bersama.
Dalam perkembangan dan pertumbuhannya masyarakat dapat digolongkan menjadi :
a.    Masyarakat sederhana dimana pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin.
b.    Masyarakat maju dimana masyarakat ini memiliki aneka ragam kelompok sosial yang disebut oranisasi kemasyarakatan yang tumbuh berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai. Dalam lingkungan masyarakat maju, dapat dibedakan :
·      Masyarakat non industri, secara garis besar kelompo ini dibedakan menjadi dua golongan yaitu kelompok primer dan sekunder.
·      Masyarakat industri, contohnya tukang roti, tukang sepatu, tukang las dan sebagainya.





Referensi :
Harwantiyoko dan Katuuk, Neltje F. (1997). MKDU Ilmu Sosial Dasar. Jakarta : Gunadarma

Kamis, 04 Oktober 2012

Tugas Penduduk Masyarakat dan Kebudayaan


Penduduk Masyarakat dan Kebudayaan



Hubungan antara masyarakat dan kebudayaan merupakan dwi tunggal, hubungan dua yang satu dalam arti bahwa kebudayaan merukan hasil dari suatu masyarakat, kebudayaan hanya akan bisa lahir, tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Tetapi juga sebaliknya tidak ada suatu masyarakat yang tidak didukung oleh kebudayaan. Hubungan antara masyarakat dan kebudayaan  inipun merupakan juga hubungan yang saling menentukan.
Penduduk masyarakat dan kebudayaan adalah konsep-konsep yang pertautannya satu sama lain sangat berdekatan. Bermukimnya penduduk dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu pula, memungkinkan untuk terbentuknya masyarakat di wilayah tersebut. Ini berarti masyarakat akan terbentuk bila ada penduduknya sehinggat idak mungkin akan ada masyarakat tanpa penduduk, masyarakat terbentuk karena penduduk. Sudah barang tentu penduduk disini yang dimaksud adalah kelompok manusia, bukan penduduk/populasi dalam pengertian umum yang mengandung arti kelompok organisme yang sejenis yang hidup dan berkembang biak pada suatu daerah tertentu. Pertumbuhan penduduk yang makin cepat, mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan meliputi sosial. Ekonomi, politik, kebudayaan dan sebagainya. Pemanfaatan dan pengembangan akal budi telah terungkap pada perkembangan kebudayaan rohaniah maupun kebudayaan kebendaan.
Dinamika penduduk menunjukkan adanya faktor perubahan dalam penduduk. Dinamika penduduk terjadi karena adanya unsur lahir, mati, datang dan pergi. Pertambahan penduduk dapat dihitung dengan cara : pertambahan penduduk = (lahir-mati) + (datang-pergi). Unsur penentu dalam pertambahan penduduk terdiri dari dua, yaitu :
·      Fertilitas adalah tingakat pertambahan anak yang dihitung dari jumlah kelahiran setiap seribu penduduk dalam satu tahun. Dimana didalamnya terdapat kelahiran secara kasar sering disebut Crude Birth Rate (CBR), kelahiran dari wanita umur tertentu sering disebut Age Specifica Fertility Rare (ASFR).
·      Mortalitas atau tingkat kematian, secara kasar disebut Crude Date Rate (CDR), yaitu kematian pertahun perseribu penduduk.
Untuk memproyeksikan penduduk dapat dihitung dengan menggunakan rumus  :
Pn= (1+r) n X Po
Pn        = jumlah penduduk yang dicari pada tahun tertentu
r           = tingkat pertumbuahan penduduk dalam prosen
Po         = jumlah penduduk yang diketahui apa tahun dasar

Komposisi Penduduk
Sensus penduduk yang diadakan 10 tahun sekali oleh pemerintah kita, bukan hanya menghitung jumlah penduduk saja tetapi juga mendata tentang umur penduduk, jenis kelamin penduduk, tingkat pendidikan, jenis mata pencarian dan sebagainya.
Dengan mengetahui komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin, dapat disusun/dibuat apa yang disebut piramida penduduk, yaitu grafik susunan penduduk menurut umur, tingkat pendidikan, pekerjaan dan sebagainya.
Berdasarkan komposisinya piramida penduduk dibedakan atas :
·      Penduduk muda yaitu penduduk dalam pertumbuhan, alasannya lebih besar dan ujungnya runcing, jumlah kelahiran lebih besar dari jumlah kematian
·      Bentuk piramida stasioner, disini keadaan penduduk usia muda, usia dewasa dan lanjut usia seimbang, pyramid penduduk stasioner ini merupakan idealnya keadaan penduduk suatu Negara
·      Piramida penduduk tua, yaitu piramida pendduk yang menggambarkan penduduk dalam kemunduran, pyramid ini menunjukkan bahwa penduduk usia muda jumlanya lebih kecil dibandingkan dengan penduduk dewasa, hal ini menjadi masalah karena jika ini berjalan terus menerus memungkinkan penduduk akan menjadi musnah karena kehabisan. Disini angka kelahiran lebih kecil dibandingkan angka kematian

Dr. Koentjaraningrat membagi lembaga sosial / pranata-pranata kemasyarakatan menjadi 8 macam  yaitu :
·      Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan atau domestic institutions
·      Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup ( economic institutions)
·      Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah manusia (scientific institution)
·      Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan pendidikan (educational institutions)
·      Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah, menyatakan rasa keindahan dan rekreasi (aesthetic anda recreational institutions)
·      Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan Tuhan atau alam gaib (religius institutions)
·      Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur kehidupan berkelompok atau bernegara (political institutios)

Persebaran penduduk
Kecendrungan manusia untuk memeilih daerah yang subur untuk tempat tinggalnya, terjadi sejak pola hidup masih sangat sederhana. Sudah barang tentu hal semacam ini terjadi didaera/negara penduduknya masih bertani. Hingga terjadi daerah yang berpenduduk padat sehingga terjadi perpindahan penduduk dati daerah yang satu ke daaerah lainnya.

Perkembangan dan Perubahan Kebudayaan
Kebudayaan adalah semua hasil dari karya, rasa dan cipta masyarakat. Dari pengertian tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan itu merupakan keseluruhan  dari pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial. Unsur kebudayaan itu sendiri diperinci menjadi 7 unsur yaitu :
·      Unsur religi
·      Sistem kemasyarakatan
·      Sistem peralatan
·      Sistem mata pencarian
·      Sistem bahasa
·      Sistem pengetahuan
·      Seni
Wujud sistem kebudayaan terbagi 3, antara lain :
·      Wujud sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan, norma, peraturan dan sejenisnya
·      Kebudayaan sebagai suatu kompleks akvitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat
·      Kebudayaan sebagai benda hasil karya manusia



Referensi :
Harwantiyoko dan Katuuk, Neltje F. (1997). MKDU Ilmu Sosial Dasar. Jakarta : Gunadarma




Rabu, 03 Oktober 2012

Tugas Ilmu Sosial Dasar Sebagai Komponen Mata Kuliah Dasar Umum


Ilmu Sosial Dasar Sebagai Komponen Mata Kuliah Dasar Umum



Banyaknya kritik sistem pendidikan di perguruan tinggi oleh para cendikiawan saat kuliah, saya mendapatkan mata pelajaran baru yaitu Ilmu Sosial Dasar. Dimana mata pelajaran ini membantu para mahasiswa dalam menghadapi masalah-masalah pada saat penyelenggaraan tridarma, perguruan tinggi diharapkan dapat menghasilkan sarjana-sarjana yang mempunyai seperangkat kemampuan yang terdiri :
1.    Kemampuan akademik,
2.    Kemampuan profesi dan
3.    Kemampuan pribadi.
Pendidikan umum yang diselenggarakan oleh universtias dan intitut kemudian dikenal dengan mata kuliah dasar umum atau MKDU yangterdiri dari beberapa mata kuliah , yaitu :
1. Pancasila,
2. Agama
3. Kewiraan,
4. Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa,
5. Ilmu Alamiah Dasar (IAD)
6. Ilmu Sosial Dasar (ISD)
7. Ilmu Budaya Dasar (IBD)
Secara khusus mata kuliah dasar umum bertujuan untuk menghasilkan warga negara sarjana yang :
1.    Taqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya dan memiliki toleransi terhadap pemeluk agama lain.
2.    Memiliki wawasan sejarah perjuangan bangsa, sehingga dapat memperkuat semangat kebangsaan, cinta Tanah Air dan mempertinggi kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
3.    Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral  didalam menyikapi permasalahan kehidupan baik sosial, politik maupun pertahanan keamanan.
4.    Berjiwa Pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
Bersdasarkan sumber filsafat yang dianggap sebagai ibu jari ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi tiga :
a.    Natural Sciencies (ilmu-ilmu alamiah) meliputi : Fisika, Kimia, Astronomi, Biologi dan lain-lain
b.    Social Science (ilmu-ilmu sosial) terdiri dari : Sosiologi, Ekonomi, Politik Antropologi, Sejarah, Psikologi, Geografi, dan lain-lain.
c.    Humanities (ilmu-ilmu budaya) meliputi : Bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian dan lain-lain.
Ilmu Sosial Dasar ini sendiri mempunyai tujuan untuk membina mahasiswa agar :
a.    Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan dan masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat.
b.    Peka tehadap masalah-masalah sosial.
c.    Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul bersifat kompleks
Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kedua-duanya mempunyai persamaan dan perbedaan.
Adapun persamaan antara Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial :
a.    Kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan.
b.    Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri
c.    Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial.
Adapun perbedaan antara keduanya adalah :
a.    ISD diberikan di Perguruan Tinggi, sedangkan IPS diberikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan
b.    ISD merupakan satu mata kuliah tunggal, sedangkan IPS merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran
c.    ISD diarahkan kepada pembentukan kepribadian, sedangkan IPS diarahkan kepada pembentukan ketrampilan intelektual
Ruang lingkup bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan atas tiga golongan yaitu :
1.    Kenyataan- kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat
2.    Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial. Sebagai contoh misalnya konsep “keanekaragaman” dan konsep “kesatuan sosial”. Dapat kita pahami bahwa di dalam masyarakat terdapat :
a.    Persamaan dan perbedaan pola pemikiran atau tingkah laku baik individual atau kelompok
b.    Persamaan dan perbedaan kepentingan
Persamaan dan perbedaan itulah yang menyebabkan adanya konflik, ketidaksekawanan antar individu dan golongan
3.    Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat. Ruang lingkup Ilmu Sosial  Dasar diharapkan mempelajari dan memahami adanya :
a.    Berbagai masalah kependudukan
b.    Masalah individu, keluarga dan masarakat
c.    Masalah pemuda dan sosialisasi
d.   Masalah hubungan warga negara dan negara
e.    Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat
f.     Masalah masyarakat perkotaaan dan pedesaan
g.    Masalah pertentangan-pertentangan sosial dan integrasi
h.    Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat




Referensi :
Harwantiyoko dan Katuuk, Neltje F. (1997). MKDU Ilmu Sosial Dasar. Jakarta : Gunadarma


Senin, 01 Oktober 2012

The Experience of My Life


            Baddy, begitu mereka memanggil saya. Lahir di Jakarta pada tanggal 19 Februari 1994. Saya ingin bercerita sedikit mengenai pengalaman saya ketika saya baru saja lulus dari sebuah Sekolah Kejuruan di Bekasi. Disaat kelulusan inilah saya mulai bertambah bingung karena pilihan saya saat ini adalah bekerja atau kuliah. Karena saya memang belum memiliki rencana untuk melanjutkan studi atau bekerja setelah saya lulus. Saat itu banyak diantara teman saya yang sudah bekerja dan ada juga yang sudah mendapatkan tempat untuk kuliah mereka.
            Terlambat, bisa dibilang begitu karena ketika saya mendapat beasiswa saya tidak menanggapinya langsung. Hal tersebut terjadi bukan karena saya tidak ingin melanjutkan kuliah saya. Hal itu terjadi karena untuk melanjutkan kuliah tentunya membutuhkan biaya yang bisa dikatakan cukup besar. Dari situlah saya bertekad untuk bekerja saja untuk membantu keuangan keluarga saya. Dari perusahaan yang saya datangi beberapa diantaranya tidak membutuhkan karyawan. Bingung dan sedih itulah yang saya rasakan, karena saya tidak tahu lagi harus melanjutkan kemana lagi.  
            Mungkin sudah jalan dari Tuhan, ketika saya berkunjung kerumah saudara saya disitu saya ditanya akan melanjutkan kuliah dimana. Awalnya saya benar-benar tidak menyangka karena dari pertanyaan tersebut saudara saya berniat untuk membantu saya melanjutkan kuliah. Akhirnya saya mulai mencari Universitas yang baik menurut saya dan tentunya referensi dari kenalan saya yang lain. Akhirnya saya memilih Gunadarma untuk melanjutkan studi saya, karena Gunadarma sudah banyak dikenal di kalangan masyarakat sebagai Universitas nomor satu di Indonesia.
            Senang, sekarang saya sudah menjadi seorang mahasiswa. Meski begitu saya masih mempunyai keinginan sambil berjualan di sela-sela kesibukan kuliah saya. “kamu gak malu emang?” tutur ibu saya ketika tahu akan hal tersebut. “gak dong, buat apa malu?” jawab saya. “kamu kuliah dulu saja, tidak usah mikir jualan dulu” tutur orang tua saya. Saya berpikir maksud dari perkataan orang tua saya tersebut karena ia tidak ingin kuliah saya terbengkalai jika saya bekerja, tetapi saya mempunyai solusi yaitu dengan berdagang makanan. Walaupun untungnya tidak begitu banyak, tetapi cukuplah untuk menutupi uang pengganti ongkos saya.
            Saya juga senang, karena teman saya banyak yang bersahabat dengan saya. Mereka tidak memandang siapa saya. Mereka justru membantu saya karena kekurangan pada diri saya. Anna misalnya, ketika saya lapar dan tidak membawa bekal ia memberikan saya rotinya tanpa harus mengganti roti tersebut. Begitu juga dengan teman saya yang lain, senang bisa kenal dengan kalian semua keluarga 1KA32 (The Part Of Gunadarma University). 
Ikuti @baddyisme